Upaya Waka sarpras dalam Mengembangkan Pengelolahan Fasilitas Pendidikan di MTs. Nurul Huda Suci
Upaya Waka sarpras dalam Mengembangkan Pengelolahan Fasilitas Pendidikan
di MTs. Nurul Huda Suci Sugio Lamongan
1. Upaya Waka sarpras dalam Mengembangkan Pengelolahan Fasilitas Pendidikan di MTs. Nurul Huda Suci
Setelah sarana dan prasarana telah tersedia, langkah selanjutnya adalah pemeliharaan sarana dan prasarana. Manfaat pemeliharaan sarana dan prasarana bagi madrasah adalah sarana dan prasarana akan tahan lebih lama dan dana perbaikan dapat dialokasikan untuk kebutuhan yang lainnya.
Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Bapak Hudri waka sarpras bahwa: “Manfaat pemeliharaan sarpras pastinya semua sarpras dapat awet digunakan secara fisik maupun kegunaaannya. Selain itu, dapat mengurangi dana yang harusnya untuk pengadaan sarpras tersebut karena kondisinya masih baik dan layak jadi dana tersebut bisa dialokasikan untuk kebutuhan madrasah yang lebih mendesak”.
Sedikit berbeda dengan pendapat yang dikemukakan oleh Bapak Muslih wakil kepala bidang sarana dan prasarana MTs. Nurul Huda Suci, yaitu: “ Banyak sekali manfaat yang diperoleh dari pemeliharaan sarana dan prasarana salah satunya seluruh proses Kegiatan Belajar Mengajar menjadi lancar karena sarana dan prasarana dalam kondisi yang baik dan siap pakai”.
Adapun Upaya waka sarpras dalam memelihara sarana dan prasarana yaitu dengan memaksimalkan kinerja Office Boy dalam memeriksa kondisi segala sarana dan prasarana sebelum digunakan sambil mereka melaksanakan tanggungjawabnya untuk menjaga kebersihan madrasah. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Bapak Hudri waka sarpras bahwa:
“Upaya saya dalam bidang sarpras, pertama harus punya SOP Pemeliharaan sarpras yang kita miliki agar tetap terjaga dan dalam kondisi baik. Bila ada kerusakan segera diperbaiki, dan seterusnya. Kemudian, menetapkan jangka waktu habis pakai sarpras yang dimiliki. Kami pasti akan mengganti sarpras yang sudah habis waktu pakainya atau minimal kita memperbaharuinya sehingga masa pakainya menjadi lebih panjang”.
Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa pemeliharaan sarana dan prasarana sudah terdapat polanya, waka sarpras menekankan pada Tata Usaha ataupun wakamad bidang sarpras bahwa Office Boy bukan hanya bertanggungjawab terhadap kebersihan sekolah tetapi juga mereka bertanggungjawab untuk mengecek sarana dan prasarana baik yang terdapat di ruang kelas maupun di ruang pelayanan seperti ruang guru, TU, dan lain-lain setiap minggunya apakah ada yang perlu diperbaiki atau tidak. Selain itu, adapun laporan yang harus dibuat mengenai hasil pengamatan mereka mengenai apa yang perlu diperbaiki, diganti, ataupun ditambah. Seminggu sekali ini biasanya para OB ini dikumpulkan di ruang staff TU bidang sarpras untuk melaporkan hasil temuan mereka. Nanti staff TU tersebut mencatat hasil laporan tersebut dan melaporkannya langsung kepada waka sarpras atau wakamad. Setelah mendapat laporan tersebut kepala marasah melakukan pengecekan langsung apakah benar sarpras tersebut perlu diperbaiki, diganti atau ditambah. Jika sudah disetujui maka selanjutnya TU akan berkoordinasi dengan Bendahara mengenai cara pengadaannya.
Pernyataan kepala MTs. Nurul Huda Suci ini didukung dengan adanya data dokumen berupa Laporan Program Kerja Program Kerja Kepala MTs. Nurul Huda Suci pada tahun 2017-2018 yang menunjukkan pada bulan Juli 2016 telah dilakukan rehabilitasi/renovasi sarpras KBM termasuk pengecetan dinding meliputi ruang, kamar mandi, lab, lapangan olahraga, dan meubeler. Sementara, pada bulan September dan Oktober 2018 telah dilakukan perawatan bulanan sarpras madrasah yang meliputi Alat elektronik, ATK, media pembelajaran.
Dari hasil observasi yang penulis lakukan di MTs. Nurul Huda Suci mengenai kondisi sarana dan prasarana jika dilihat dari hasil foto kondisi gedung dan ruangan yang telah di renovasi dan di rehabilitasi hasilnya sudah terlihat baik dari kondisi cat yang seperti baru lagi dan kondisi meubeler yang meliputi meja, kursi, papan tulis, dan lemari yang bersih dari coretan-coretan sehingga gedung dan ruangan menjadi lebih bersih, menarik, nyaman dan rapih untuk dijadikan tempat Kegiatan Belajar dan Mengajar siswa/I di MTs. Nurul Huda Suci. Berikut ini adalah potret gedung dan ruangan yang telah di rehabilitasi pada awal tahun ajaran 2017-2018.
Selain itu, Untuk Pemeliharaan sarana dan prasarana di Pesantren terdapat RTP (Rumah Tangga Pesantren) yang tugasnya adalah memfasilitasi atau memenuhi kebutuhan-kebutuhan Pesantren. Jika terjadi masalah atau kerusakan pada fasilitas madrasah maka pihak madrasah dapat melaporkannya ke pihak RTP dengan cara menghubungi mereka, nanti mereka akan segera datang untuk memperbaiki kerusakan tersebut secepat mungkin. RTP ini membawahi semua lini dari setiap jenjang pendidikan yang dikelola oleh Yayasan Nurul Huda, sehingga semua masalah kerusakan dan perbaikan yang berada dalam lingkungan pesantren di Yayasan Nurul Huda akan ditangani oleh mereka. Tetapi, terkadang pihak RTP tidak dapat datang secepatnya ke MTs jika sedang melakukan perbaikan di jenjang pendidikan lain yang lebih membutuhkan perbaikan segera. Pihak MTs sendiri telah memaklumi situasi dan kondisi ini, karena memang pihak yayasan mempunyai pertimbangan mana yang lebih mendesak dan mana yang penting untuk segera diperbaiki atau direnovasi oleh RTP dan telah disesuaikan pula dengan dana atau anggaran yang dimiliki oleh Yayasan pada saat itu.
Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Bapak Hudri waka sarpras bahwa:
“....Untuk pemeliharaan yang kaitannya dengan milik pesantren atau sarpras yang berskala besar itu menjadi tanggungjawab pesantren seperti pengecetan sekolah yang sudah kotor, pengadaan gedung baru, pergantian keramik atau atap sekolah itu menjadi tanggungjawab pihak pesantren, saya hanya melaporkan melalui telepon ke pihak Rumah Tangga Pesantren untuk memperbaikinya pada hari itu juga. Biasanya paling lama 2 atau 3 hari pasti mereka akan datang untuk memeriksa dan memperbaikinya. Tetapi ya kita memaklumi karena RTP itu bukan hanyamengurusi MTs dan MA saja tetapi seluruh jenjang yang terdapat di Yayasan Nurul Huda ini …. ”.
Adanya pemeliharaan sarana dan prasarana ini didukung dengan adanya data dokumen berupa laporan hasil pemeliharaan fasilitas MTs. Nurul Huda Suci tahun 2017-2018 yang menunjukkan bahwa pihak MTs. Nurul Huda Suci telah menyelesaikan Pengecetan dinding sebanyak 5 gedung yang tediri dari gedung Madinah, Mekah, Mesir, Jeddah dan Yaman yang dilakukan secara berkala setiap 6 bulan sekali dengan kondisi cat temboknya sudah kotor dan setelah diperbaiki dengan dicat ulang tembok gedung tersebut menjadi bersih dan rapih.
Jadi, dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa Upaya Waka sarpras dalam memelihara sarana dan prasarana sudah baik, bisa dilihat dari koordinasi antara pihak MTs. Nurul Huda Suci dan pihak RTP yang selalu bersinergi dalam merenovasi atau memperbaiki sarana dan prasana madrasah yang mengalami kerusakan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di MTs. Nurul Huda Suci. Akan tetapi, karena bukan hanya Pihak MTs saja yang membutuhkan perbaikan segera sehingga terkadang laporan perbaikan yang diajukan madrasah tidak dapat langsung diproses dan dikerjakan hari itu juga apalagi jika jenjang lain yang juga di kelola oleh Yayasan membutuhkan perbaikan yang sangat mendesak.
Berdasarkan standar sarana dan prasarana yang berlaku, sarana dan prasarana di MTs. Nurul Huda Suci dapat dikatakan memenuhi standar karena memenuhi kriteria jumlah peserta didik dalam satu rombel yang tidak lebih dari 32 orang karena jumlah siswa di sekolah ini dalam satu rombelnya paling banyak hanya 30 orang. Selain itu, ruang kelas di MTs. Nurul Huda Suci memiliki rasio 8 x 9.5 m2 dan dilengkapi oleh sarana dan prasarana sesuai dengan standar yang berlaku. Untuk ruang perpustakaan juga telah memenuhi standar karena rasionya sama dengan rasio kelas sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Pemerintah.
Analisis ini juga didukung oleh beberapa pendapat dari guru mata pelajaran yang memandang bahwa media pembelajaran yang memadai ini berpengaruh bagi motivasi atau semangat belajar siswa/i di kelas sehingga membuat suasana pembelajaran menjadi lebih variatif dan menyenangkan bagi mereka yang berdampak terhadap peningkatan hasil belajar siswa/I di MTs. Nurul Huda Suci.
Pengembangan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan madrasah berdampak cukup besar dalam meningkatkan mutu pembelajaran, akan tetapi itu bukanlah satu-satunya aspek yang mempengaruhi mutu pembelajaran masih ada beberapa aspek lainnya yang berpengaruh cukup besar agar mutu pembelajaran madrasah akan tercapai.
Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Bapak Hudri waka sarpras mengenai dampak sarana dan prasarana terhadap mutu pembelajaran. Beliau mengatakan bahwa:
“Peningkatan mutu pembelajaran salah satu aspek yang mempengaruhinya adalah ketersediaan sarpras yang optimal digunakan dan tepat sasaran. Dampak positif dari pengembangan sarpras pastilah kalau makin banyak fasilitas terpenuhi ditambah kreativitas guru atau skill/kemampuan guru dalam menggunakan fasilitas tersebut maka pembelajaran akan lebih bermutu. Kalau dikatakan berpengaruh ya berpengaruh, besar atau tidak besar pengaruhnya tetapi apakah satu-satunya tentu saja tidak, masih ada aspek lain yang harus diperhatikan”.
Lebih lanjut Beliau mengemukakan bahwa selain dampak positif tersebut adapun dampak negatif pengembangan sarana dan prasarana yaitu dari segi anggaran atau dana yang dibutuhkan cukup besar apalagi jika ada pengadaan dalam skala yang besar pasti akan berpengaruh terhadap anggaran kebutuhan yang lain tetapi untuk anggaran gaji guru tidak akan berpengaruh. Jadi sebesar apapun pengadaan yang akan dilaksanakan tidak akan mempengaruhi kesejahteraan guru karena gaji guru itu mutlak tidak bisa diganggu gugat.
Adanya Pengaruh dari pengembangan sarana dan prasarana ini juga diungkapkan oleh Ibu Siti Muawiyah Tata Usaha bidang sarana dan prasarana. Beliau mengatakan:
“Sarana dan prasarana ini sangat berpengaruh terutama untuk pelajaran yang memang sering menggunakan media, jika media tersebut rusak, pasti pembelajaran tidak dapat dilanjutkan atau terhambat. Selain itu, jika sarana dan prasarana kurang memadai, maka kinerja tata usaha pun akan menurun dikarenakan banyaknya pekerjaan yang terbengkalai. Karena untuk pelaporan atau pengadministrasian dibutuhkan sarana yang baik. Contoh: Komputer, printer, kertas, dll ”.
Sejalan dengan yang dikemukakan oleh Ibu Maf’ula Zuhro guru SKI mengenai pengaruh sarana dan prasarana terhadap mutu pembelajaran yaitu: “Pengaruhnya ketika media yang digunakan memadai akan memberikan motivasi belajar bagi siswa dan kemudahan dalam penyampaian materi bagi guru sehingga mutu pembelajaran dapat dicapai oleh Madrasah kami”.
Senada dengan pendapat Ibu Rohmiatun Guru IPA yang mengatakan bahwa:
“Akan ada pengaruhnya kelengkapan media dengan mutu pembelajaran. Semakin lengkap media pembelajaran maka akan semakin baik proses pembelajaran sehingga akan mempengaruhi hasil dari pembelajaran tersebut. Selain itu, akan terlihat perbedaan baik motivasi maupun hasil belajar ketika dalam proses pembelajaran menggunakan media dan tidak menggunakan media”.
Meskipun rata-rata guru mengatakan bahwa terdapat pengaruh ketersediaan sarana dan prasarana terhadap mutu pembelajaran. Adapun pendapat yang sedikit berbeda dikemukakan oleh Bapak Samuji guru olahraga mengenai pengaruh sarana dan prasarana terhadap mutu pembelajaran ini yaitu: “Ketersediaan sarana dan prasarana ini sangat penting untuk menunjang keberhasilan pendidikan baik bagi guru maupun siswa. Selain itu, dengan adanya sarana dan prasarana guru dan siswa mudah menyampaikan dan menyerap materi ajar yang disampaikan”.
Pendapat lain juga diungkapkan oleh Bapak Muhammad Maasur guru Bahasa Inggris bahwa “Pengaruhnya pasti besar karena tidak akan jadi monoton dalam pembelajaran, siswa juga melihat dengan cara yang berbeda dan lebih mudah memahami materinya karena baik guru dan siswa butuh sesuatu yang berbeda agar pembelajaran menjadi lebih dinamis”.
Siswa/I MTs. Nurul Huda Suci juga memberikan pendapatnya mengenai pengaruh sarana dan prasarana terhadap mutu pembelajaran. Salah satunya diungkapkan oleh SHofiyatul Wakil Ketua Kelas VIII bahwa: “Lebih senang kalau pakai alat, karena kalau disuruh ngebayangin sesuatu kadang-kadang suka tidak dapat juga bayangannnya. Jadi lebih suka pake alat. Tetapi pelajaran yang paling sering pake media ya cuma TIK dan sudah pasti di lab belajarnya”.
Meskipun beberapa siswa/i juga mengemukakan pendapat bahwa lebih mudah memahami pelajaran jika menggunakan media atau alat tetapi ada beberapa siswa/I yang berpendapat sebaliknya. Salah satunya diungkapkan oleh M. Khoirul Anam Ketua Kelas VIII mengungkapkan bahwa: “Lebih suka belajar cara manual, ditulis saja begitu di papan tulis kalau gambar malah tidak paham dan lebih cepat tanggap kalo menghapal. Jadi kalau misalnya pakai alat/media saya kurang cepat paham malah fokus ke gambarnya saja”.
Sejalan dengan pendapat Fifit R. Ketua Kelas IX yang mengemukakan bahwa: “Kalau aku lebih suka buat nulis saja lebih cepat nanggapnya daripada pakai alat kalau melihat gambar tidak begitu paham. Terus juga kalau dicatatkan kalau kita lupa bisa lihat catatan buku kita kalau gambarkan tidak sekedar ingat sebentar dan nanti kalau lupa tidak bisa dilihat lagi”.

Komentar
Posting Komentar