Upaya Peningkatan Mutu dilihat dari Aspek Sarana dan Prasarana di MTs. Nurul Huda Suci


Upaya  Peningkatan Mutu dilihat dari Aspek Sarana dan Prasarana 
di MTs. Nurul Huda Suci Sugio Lamongan



1.  Upaya  Peningkatan Mutu dilihat dari Aspek Sarana dan Prasarana di MTs. Nurul Huda Suci
Untuk meningkatkan mutu pembelajaran, ada beberapa Upaya  yang telah diterapkan oleh waka sarpras melalui aspek pengembangan sarana  dan prasarana di MTs. Nurul Huda Suci. Bapak Abdullah Hudri mengatakan bahwa:
Ada            beberapa Upaya yang diterapkan dalam meningkatkan mutu pembelajaran melalui sarana dan prasarana, yaitu:
a.        Menganalisa kebutuhan, merencanakan perbaikan dan pengadaan sesuai situasi dan kondisi madrasah dan menyesuaikan dengan visi, misi dan tujuan madrasah.
b.        Memberdayakan lab Multimedia difasilitasi dan dibuka administrasinya sehingga guru dapat kapan saja menggunakkan ruangan tersebut.
c.        Membuka peluang kepada guru jika mereka ingin mengajukan fasilitas atau media tertentu yang mereka butuhkan untuk menunjang pembelajaran dan kinerja mereka. Nanti dipertimbangkan dan pelajari apakah bisa dipenuhi atau tidak. Jika memang pada saat itu belum ada uangnya paling tidak tetap akan dipertimbangkan oleh pihak madrasah.
d.      Mengadakan pelatihan atau workshop penggunaan laboratorium bahasa walaupun hasilnya kurang maksimal karena pelatihan tersebut malah lebih ke pelatihan bahasanya bukan penggunaan lab bahasa.65
e.        Pengadaan buku referensi sebanyak 7-10 % dari dana BOS sehingga diharapkan untuk ke depannya siswa tidak perlu membeli buku lagi karena kebutuhan buku siswa telah terpenuhi.
f.       Melakukan perawatan secara berkala terhadap sarana dan prasarana dan mengganti sarana dan prasarana yang sudah rusak.
g.      Memberdayakan guru untuk menjadi penanggungjawab fasilitas pendukung yang terdapat di sekolah.
h.      Mengadakan rapat koordinasi terkait sarana dan prasarana.
i.       Melakukan kerjasama dengan pihak lain terkait pengadaan sarana dan prasarana di sekolah.
Lebih lanjut Bapak Abdullah Hudri mengatakan selain Upaya  yang sudah diterapkan oleh kepala MTs. Nurul Huda Suci di atas, Waka sarpras juga memiliki rencana jangka panjang dalam pengembangan sarana dan prasarana. Beliau mengatakan:
“ Rencana paling jauh saya ingin semua aktivitas pembelajaran sudah berbasis IT. Saya inginnya setiap kelas sudah ada infocusnya, soundnya, bahkan ada PC/Komputernya sudah permanen di kelas sehingga guru ke kelas hanya tinggal membawa flashdisk saja. Tetapi yang paling penting adalah adanya teralis karena lingkungannya kan masih kampung bukan kota dan masyarakat masih dapat bebas keluar masuklingkungan pesantren. Sebenarnya jika hanya pengadaan komputer dan proyektor tiap kelasnya kita masih bisa dilakukan. Selain itu saya ingin akan ada pelatihan pemanfaatan IT agar guru semakin kreatif dalam menggunakan media pembelajaran”.
Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Bapak Muslih mengenai Upaya  pengembangan sarana dan prasarana. Beliau mengatakan bahwa:“ Menggunakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Jadi Upaya /upaya waka sarprasdalam pengembangan sarana dan prasarana berdasarkan hasil analisis SWOT dan pendapat dari guru dan staf”.
Lebih lanjut beliau mengatakan mengenai Rencana jangka Panjang madrasah yaitu: “Salah satunya, ingin menyediakan 1 Proyektor untuk setiap kelas untuk memudahkan proses pembelajaran di kelas dan membuat pembelajaran menjadi lebih dinamis”.

Hal ini belum dapat terealisasi dengan baik karena beberapa kendala seperti yang dikatakan Bapak Atekan antara lain:
a.  Untuk pemeliharaan dan penjagaannya yang membutuhkan dana yang cukup besar salah satunya adalah pemasangan teralis di setiap kelas untuk pengamanan alat-alat tersebut dan harus menambah daya listrik lagi yang biayanya pasti tidak sedikit dan setiap bulan pasti anggaran untuk bayar listrik akan semakin besar dan biaya perawatan agar barang elektronik tersebut tahan lama.
b.  Kendala lainnya jika madrasah melaksanakan pembelajaran berbasis IT kemungkinan hanya dari sebatas gurunya saja sementara siswanya tetap manual. hal ini bertentangan dengan peraturan pesantren bahwa siswa tidak boleh membawa alat elektronik seperti laptop ataupun tablet sehingga pembelajaran berbasis IT tidak akan berjalan maksimal seperti yang dilakukan oleh sekolah lain.68
Adapun beberapa harapan di bidang pengembangan sarana dan prasarana dikemukakan oleh salah satu guru bahasa inggris di MTs. Nurul Huda Suci yaitu Bapak Zainal. Beliau mengemukakan bahwa:
“Harapan saya untuk sarpras yaitu ditingkatkan lagi kualitas tempatnya dan media pembelajarannya diperbanyak. Selain itu saya inginnya untuk pembelajaran bahasa inggris ada kelas tersendiri jadi siswanya yang menghampiri kelas tersebut bukan guru mata pelajarannya. Selain itu, akan lebih baiknya di kelas tersebut sudah lengkap dengan fasilitas pembelajarannya seperti LCD, Proyektor, CD Pembelajaran dan lain-lain jadi pembelajaran menjadi lebih dinamis dan menyenangkan bagi siswa”.69
Sementara pendapat beberapa guru lain rata-rata sama yaitu ingin madrasah memilki sarana dan prasarana yang lebih lengkap. Seperti yang dikemukakan oleh Bapak Darojat wakil waka sarprasbidang sarana dan prasarana yang juga guru mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi mengemukakan bahwa: “Khusus dibidang sarana dan prasarana, semoga Madrasah kami di masa yang akan datang memiliki sarpras yang lebih lengkap dan memadai, sehingga proses KBM dapat berjalan lancar dandapat memenuhi Standar Nasional Pendidikan”.
Pendapat lain juga diungkapkan oleh salah satu siswa MTs. Nurul Huda Suci Salman Harris Andyana Wakil Ketua Kelas VIII mengenai harapan mengenai pengembangan sarana dan prasana. Salman mengungkapkan bahwa: “Inginnya ada tambahan medianya jadi kalau ada pelajaran yang suruh ngebayangin jadi cepat tergambar karena ada medianya begitu. Apalagi kaya belajar IPA atau bahasa, kalau di IPA alatnya dibanyakin lagi misalnya gelas ukur dan kalau bahasa lebih dibanyakin prakteknya biar lebih cepat paham”.
Pendapat yang sangat berbeda diungkapkan oleh M. Khoirul Anam Ketua Kelas VIII yang mengatakan bahwa: “Alat-alat piketnya ditambahin karena suka ilang ilangan. Kalau di putra baru sehari dikasih biasanya suka langsung hilang dipakai main dikelas”.
Harapan dari Kepala Madrasah, wakamad bidang sarana dan prasarana, guru mata pelajaran dan siswa memang sangat beragam akan tetapi semua yang mereka ungkapkan adalah harapan positif yang ingin mereka wujudkan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di MTs. Nurul Huda Suci menjadi semakin baik dan baik lagi dari tahun ke tahun.
Dari uraian di atas mengenai Upaya  waka sarpras dalam mengembangkan pengelolahan fasilitas pendidikan utuk meningkatkan mutu pembelajaran telah terlaksana dengan baik dapat dilihat dari waka sarpras yang selalu berusaha melibatkan secara aktif wakil kepala sekolah, Tata Usaha, Guru dalam menentukan sarana dan prasarana yang akan direncanakan, pengadaan harian sarana dan prasarana, pemeliharaan sarana dan prasarana ataupun sebagai penanggungjawab atau pengelola harian suatu ruangan baik ruangan lab, perpustakaan, asrama atau ruangan lain. Selain itu, waka sarpras juga selalu terbuka bagi guru atau karyawan yang ingin memberikan pendapatnya untuk menyediakan suatu sarana dan prasarana untuk menunjang kinerja mereka dalam rangka meningkatkan mutu madrasah.

Tetapi tidak dipungkiri bahwa waka sarpras MTs. Nurul Huda Suci lebih banyak berperan dalam pengembangan sarana dan prasarana yang berhubungan langsung dengan pembelajaran. Sementara, untuk pengembangan sarana dan prasarana milik pesantren yang skalanya relatif besar dan membutuhkan dana yang cukup besar juga seperti gedung atau ruangan, tanggungjawab kepala madrasah hanya sebatas melaporkan dan jika ada yang perlu diperbaiki atau mengajukan  proposal pengadaan jika madrasah menginginkan penambahan gedung atau ruangan baru dalam menunjang aktivitas dan kinerja di madrasah sehingga standar mutu madrasah dapat terpenuhi. Selain itu, untuk pengadaan atau pemeliharaan sarana dan prasarana yang sifatnya rutin berjalan sebagaimana mestinya tanpa harus dirapatkan terlebih dahulu karena bawahan dari waka sarprasini telah memahami tugas dan fungsinya masing-masing terkait sarana dan prasarana di MTs. Nurul Huda Suci.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CERPEN JUDUL "ULANG TAHUN BUAT IBU"

Pengelolaan Sarana dan prasarana pendidikan

Pengembangan sarana dan prasarana pendidikan MTS NURUL HUDA SUCI SUGIO LAMONGAN