Tujuan dan Program MTs. Nurul Huda Suci


Tujuan dan Program MTs. Nurul Huda Suci


A. Penyajian Data
1.  Waka sarana dan prasarana dalam mengembangkan fasilitas sekolah
Paparan data penelitian disajikan untuk mengetahui karakteristik data pokok berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi yang telah peneliti lakukan di MTs Nurul Huda Suci Sugio Lamongan.
a.       Tujuan dan Program MTs. Nurul Huda Suci
Tujuan Utama MTs. Nurul Huda Suci
1.  Menanamkan aqidah shohihah dan akhlaq karimah.
2.  Meningkatkan intelektualitas.
3.  Membentuk sikap mandiri.
4.  Mengembangkan keterampilan hidup.
Program Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda
1.  Pelaksanaan KBM yang efektif, kreatif dan menyenangkan.
2.  Pembinaan aqidah, ibadah dan akhlaq secara intensif.
3.  Penciptaan suasana islami di lingkungan madrasah.
4.  Pengembangan intelektualitas.
5.  Peningkatan motivasi belajar dan prestasi.
6.  Pengembangan kurikulum.
7.  Pengembangan kemampuan berbahasa Arab dan Inggris.
8.  Pengembangan kemandirian dan keterampilan hidup.
Program Kerja MTs. Nurul Huda Suci Sugio
Dalam poin ini akan membahas tentang pelaksanaan program kerja sekolah tahun 2017/2018 yang secara umum meliputi : 
1. Bidang Kurikulum
Bidang Kurikulum, menyangkut masalah teknis edukatif dan kegiatan belajar mengajar. 
2. Bidang Kesiswaan
Bidang Kesiswaan, didalamnya termasuk administrasi siswa, kegiatan-kegiatan  ekstrakurikuler seperti pramuka, keterampilan, kesenian dan olah raga.  
3. Bidang Ketenagaan
Bidang Ketenagaan meliputi tenaga guru, tenaga Tata Usaha, Penjaga Sekolah, Petugas Labotarium, Petugas Perpustakaan, BP, UKS, dan sebagainya. Namun ketenagaan yang sudah terpenuhi baru tenaga guru dengan sitim guru kelas.
4.    Sarana dan Prasarana
Sarana dan Prasarana, sarana mencakup alat-alat yang digunakan untuk administrasi, Kegiatan  Belajar Memgajar, Penelitian dan sebagainya. Dalam Standar Sarana dan Prasarana bahkan diwajibkan bahwa setiap sekolah harus memiliki sarana yang mencakup perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Sedangkan tentang prasarana dikemukakan bahwa setiap satuan pendidikan diwajibkan memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang TU, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, tempat berolah raga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran.
2.     Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal Madrasah
Berikut ini adalah Analisis lingkungan menggunakan Analisis SWOT mengenai kondisi MTs Ponpes Nurul Huda antara lain:
            1. Kekuatan (Strengths)
a.  Lokasi sekolah Upaya s karena berada di daerah yang mudah dijangkau siswa dan jauh dari keramaian sehingga cocok untuk dijadikan tempat belajar dan mengajar.
b.  Berada di lingkungan yang islamis yaitu dalam pondok pesantren sehingga sangat cocok bagi masyarakat yang ingin membentuk karakter anak mereka menjadi anak yang berakhlak mulia.
c.  Mayoritas masyarakat di sekitar lingkungan Madrasah beragama islam sehingga situasi dan kondisinya semakin mendukung dalam menciptakan lingkungan yang islamis bagi santri.
d.  Lahan yang dimiliki oleh yayasan dikelilingi oleh pepohonan rindang dan sangat bersih sehingga warga sekolah merasa nyaman berada di dalam lingkungan pondok pesantren.
e.  Lahan yang dimiliki yayasan sangat luas sehingga memungkinkan pembangunan gedung-gedung baru untuk menunjang aktivitas pembelajaran disekolah.
f.   Sistem sanitasinya baik dan berada di daerah bebas banjir.
g.  Ruang kelas untuk belajarnya telah memenuhi standar minimal ruang kelas yang ditetapkan oleh Pemerintah.
h.  Gedung sekolah sudah memenuhi standar sarana dan prasarana.
i.   Sarana pendukung KBM sudah cukup baik.
j.   Tersedia fasilitas yang cukup memadai;
k.  Lahan parkir yang luas.
l.   Adanya rapat rutin mengenai sarana dan prasarana.
m.  Adanya tim khusus di bawah naungan pesantren yang melakukan perawatan dan perbaikan rutin sarana dan prasarana di sekolah.
n.  Memiliki perencanaan dan pengadaan sarana dan prasarana pertahun.
o.  Adanya pemberdayaan guru dan staff sebagai penanggungjawab laboratorium.
p.  Adanya kerjasama yang baik antara staff tata usaha dengan office boy dalam perawatan dan perbaikan sarana dan prasarana.
            2.  Kelemahan (Weakness)
a.        Dana yang dimiliki yayasan terbatas  sehingga tidak semua permintaan madrasah dapat dipenuhi.
b.        Banyak guru yang belum paham mengenai cara penggunaan ruang laboratorium dan teknologi informasi secara tepat.
c.        Kurangnya kesadaran guru terkait pentingnya kontribusi mereka dalam pengembangan sarana dan prasarana.
d.        Lemahnya SDM yang memahami manajemen sarana dan prasarana.
e.        Kurang kreatifnya guru dalam menggunakan media pembelajaran untuk kegiatan belajar dan mengajar.
f.         Kebutuhan sarana dan prasarana belum 100% terpenuhi di bidang studi tertentu.
g.        Kurangnya kesadaran siswa dalam memelihara sarana dan prasarana di sekolah.
h.        Waktu pengadaan dan pemeliharaan yang terkadang tidak tepat waktu atau tertunda.
i.         Kurangnya alat-alat praktik dan CD-CD pembelajaran di ruang laboratorium dan multimedia.
j.         Kurangnya buku-buku referensi umum di perpustakaan.
k.        Ruangan lab yang tidak difungsikan dengan baik
l.         Tidak adanya jadwal penggunaan laboratorium kecuali lab komputer pada awal tahun ajaran baru sehingga guru harus mengikuti prosedur penggunaan lab jika ingin menggunakan ruangan lab untuk KBM.
            3. Peluang (Oppurtinities)
a.        Penduduk usia sekolah di sekitar lingkungan sekolah banyak bahkan banyak juga penduduk usia sekolah yang berasal dari luar daerah.
b.        Daya beli atau kondisi ekonomi masyarakat berada pada kelas menengah sedikit ke atas karena pekerjaanya rata-rata wirausahawan, pegawai negeri dan pegawai swasta di kantor.
c.        Penggunaan media sosial yang semakin tinggi sehingga memudahkan untuk mempromosikan sekolah kepada seluruh masyarakat Indonesia.
d.        Adanya kecenderungan masyarakat yang lebih memilih sekolah berbasis pesantren modern sebagai tempat untuk menuntut ilmu pengetahuan sekaligus membentuk karakter dan memperdalam ilmu agama anak-anak mereka.
e.        Kerjasama dengan pihak lain untuk pengadaan dan penambahan sarana dan prasarana.
f.         Penggunaan lahan yang masih kosong untuk unit usaha pesantren.
g.        Dukungan pemerintah daerah dalam melengkapi sarana dan prasarana.
            4.  Ancaman (Threats)
a.        Banyak sekolah lain yang berbasis pesantren di daerahKab. Lamongan.
b.        Semakin mudahnya budaya luar atau asing masuk ke Indonesia.
c.        Lemahnya pengadministrasian dokumen-dokumen penting sekolah.
d.        Keberadaan teknologi yang semakin canggih tetapi tidak sesuai dengan budaya pesantren.
e.        Keterlambatan bantuan dari pemerintah (BOS)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CERPEN JUDUL "ULANG TAHUN BUAT IBU"

Pengelolaan Sarana dan prasarana pendidikan

Pengembangan sarana dan prasarana pendidikan MTS NURUL HUDA SUCI SUGIO LAMONGAN