Pengelolahan Fasilitas Pendidikan untuk di MTs Ponpes Nurul Huda Suci Sugio Lamongan


Pengelolahan Fasilitas Pendidikan untuk
 MTs Ponpes Nurul Huda Suci Sugio Lamongan




A.   Pembahasan
Dari hasil deskripsi dan analisis data di atas mengenai Upaya  Waka sarpras dalam Mengembangkan Pengelolahan Fasilitas Pendidikan untuk di MTs Ponpes Nurul Huda, penulis menemukan beberapa hasil penelitian antara lain:
1.  Tidak semua guru mata pelajaran terlibat aktif dalam menyusun rencana kebutuhan sarana dan prasarana. Sebab, dari hasil data dokumen evaluasi madrasah dibidang sarana dan prasarana pada rapat rutin tahunan yang diselenggarakan sebelum tahun ajaran baru hanya beberapa guru yang ikut dan berpartisipasi dalam rapat tersebut. Sehingga, tidak semua aspirasi guru terkait sarana dan prasarana dapat ter  sampaikan dengan baik kepada waka sarpras padahal merekalah yang paling tahu mengenai sarana atau media yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan belajar dan mengajar di kelas sehingga peningkatan mutu pembelajaran dapat tercapai.
2.  Kurang optimalnya pemakaian laboratorium MIPA, PAI, Bahasa, dan ruang multimedia dalam kegiatan belajar dan mengajar di MTs. Nurul Huda Suci. Hal ini dikarenakan guru yang kurang kreatif dalam menggunakan media pembelajaran sehingga dari data laporan penggunaan laboratorium hanya beberapa guru yang sering menggunakan lab untuk menunjang KBM di MTs. Nurul Huda Suci. Selain itu, ruangan laboratorium ini juga dipakai bersama oleh pihak MTs dan MA di yayasan Nurul Huda sehingga waktu untuk menggunakan ruangan tersebut sangat terbatas dan membuat guru merasa lebih nyaman jika mengajar di ruang kelas walaupun dengan sarana prasarana yang terbatas.
3.  Upaya  perencanaan sarana dan prasarana yang kurang tepat dalam pemberdayaan ruang laboratorium. Sebab, jika ingin menggunakan ruang laboratorium kecuali laboratorium komputer guru harus membuat surat permohonan izin penggunaan laboratorium agar tidak bentrok dengan kelas lain dan jika jadwal yang diminta guru telah diisi oleh guru lain maka guru tersebut harus menunggu atau mengganti hari lain yang masih kosong. Hal ini yang menyebabkan beberapa guru lebih memilih untuk belajar di kelas dibandingkan dengan di laboratorium.
4.  Terbatasnya dana atau anggaran yang diberikan oleh yayasan untuk pengembangan sarana dan prasarana sehingga tidak semua permintaan pihak MTs. Nurul Huda Suci dapat dipenuhi bahkan terkadang pihak madrasah sendirilah yang harus menutupi kekurangan dana untuk pengembangan sarana dan prasarana tersebut. Hal ini dikarenakan jenjang pendidikan yang berada dibawah naungan Yayasan Nurul Huda bukan hanya MTs saja. Sehingga, hanya permintaan yang sangat mendesak menurut pertimbangan yayasan dan sesuai dengan anggaran yang dimiliki oleh yayasanlah yang dapat disetujui oleh pihak Yayasan Nurul Huda. Sementara, permintaan lainnya yang belum disetujui tidak tolak hanya saja ditangguhkan terlebih dahulu dan akan dipenuhi jika tidak ada kebutuhan yang mendesak dan tersedianya dana di yayasan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CERPEN JUDUL "ULANG TAHUN BUAT IBU"

Pengelolaan Sarana dan prasarana pendidikan

Pengembangan sarana dan prasarana pendidikan MTS NURUL HUDA SUCI SUGIO LAMONGAN